Pages

Senin, 28 April 2014

Pasar Monopolistik

Pasar Persaingan Monopolistik

Termasuk dalam tipe pasar tidak sempurna. Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara  permintaan dengan  penawaran ketika terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang serupa tapi tak sama, karena masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Pada hakikatnya pasar persaingan monopolistik berada di antara dua jenis pasar yang ekstrim, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar  monopoli. Oleh karena itu, sifat-sifatnya mengandung unsur pasar persaingan sempurna dan  monopoli. Bentuk pasar ini pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Amerika Serikat Edward Chamberlin dan Joan Violet Robinson pada 1930-an. Bentuk pasar ini timbul karena adanya ketidakpuasan terhadap model pasar persaingan sempurna yang anggapan dasarnya kurang realistis (misalnya mengenai ciri adanya barang yang homogen). Jika dilihat dari struktur pasarnya, kebanyakan perusahaan termasuk ke dalam kategori pasar persaingan monopolistik.Pasar persaingan monopolistik menyerupai pasar persaingan sempurna dalam beberapa hal. Namun, ada beberapa ciri atau karakteristik mendasar yang membedakannya.

Berikut beberapa ciri atau karakteristik pasar persaingan monopolistik.
     a. Terdapat Banyak penjual, Walaupun tidak Sebanyak pada Persaingan Sempurna
Pada pasar persaingan monopolistik tidak ada satupun produsen yang memiliki skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
     b. Barang yang Diperjualbelikan Terdiferensiasi (memiliki perbedaan corak)
Hal ini yang membedakan pasar persaingan monopolistik dengan pasar persaingan sempurna, ketika barang yang dihasilkan oleh satu produsen dapat dibedakan dengan produsen lainnya. Meskipun jenis barang cenderung sama, biasanya tetap bisa dibedakan dari kemasan atau kualitasnya.
     c. Adanya Kemampuan Penjual untuk Memengaruhi Harga
Dalam pasar persaingan monopolistik, produsen memiliki kemampuan memengaruhi harga walaupun tidak sekuat dalam pasar  monopoli. Kemampuan ini antara lain terlihat dari upaya produsen untuk mempertahankan ciri khas dan keunggulan dari produk yang dihasilkannya. Misalnya untuk industri deterjen, produk A terkenal dengan keharumannya atau produk B lebih lembut di tangan.
     d. Penjual Mudah Keluar Masuk Pasar
Perusahaan lain mudah keluar masuk pasar dengan syarat memiliki kemampuan untuk menciptakan produk dengan corak yang berbeda dan lebih menarik dari produk sebelumnya.
     e. Terdapat Kegiatan Promosi
Terdapat kegiatan promosi dapat memengaruhi citra masyarakat terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, karena dalam pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah satu-satunya faktor yang bisa memengaruhi konsumen.

Referensi: Arifin, Imamul.2009.Membuka Cakrawala Ekonomi.Jakarta: Setia Purna Invest

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll